Rumah Pengabdian

Rumah Pengabdianku

[Bagan Batu, Pukul 23:11], Hari ini libur sekolah karena hari minggu, disusul dengan esok harinya, karena ada tahun baru Imlek. Hal-hal seperti ini kumanfaatkan untuk mengisi waktu dengan pergi ke rumah kakakku di kota Bagan Batu, salah satu kota kecamatan yang lumayan ramai di Perbatasan antara Propinsi Sumut dan Riau. Disini koneksi Internet lumayan bagus, jadi aku gunakan untuk melakukan hal-hal yang menurutku perlu kulakukan, termasuk menulis blogku tercinta.

Kali ini aku ingin menceritakan rumah pengabdianku sebagai guru, gambar diatas adalah sekolah dimana aku mengajar, sebuah sekolah standar seperti kebanyakan sekolah lainnya. Sekolah ini sudah dibangun permanen oleh perusahaan dimana aku mengajar. Ya, sekolah itu merupakan sekolah milik perusahaan perkebunan kelapa sawit. Sebagai wujud tanggung jawab terhadap pendidikan anak para karyawannya.

Lanjutkan baca

Returns

[Teras Masjid, Pukul 20.10, kecepatan rata-rata koneksi 4,6 KB/s]. Hari ini entah bisikan dari siapa yang membuat aku begitu bersemangat menstarter kuda besiku dan meluncur menuju lokasi tower (BTS) idaman yang berjarak sekitar kurang lebih 1 km dari tempat aku tinggal sekarang untuk kembali membuka blog ini dan menuliskan kata demi kata. Karena hanya dibawah tower inilah koneksi internet bisa “diandalkan”.

Setelah dipikir-pikir mungkin kerinduanku pada Emakku (Nakjadimande) dan Sobatku (Ramudeng aka Lina NDuk Ram) setelah saling berbalas komentar di facebook. Mungkin juga karena buku karya Mas Gola Gong (Menggenggam Dunia, Bukuku Hatiku) yang ku download tadi siang. Entahlah, tapi hari ini aku begitu ingin untuk menuliskan kata di blog ini.

Saat ini aku berada disebuah daerah yang lumayan jauh dari kota. Di sini koneksi internet tidaklah semudah waktu masih tinggal di Medan. Jangankan ditempatku tinggal, di Ibukota kabupaten pun aku masih kesulitan mencari tempat untuk melakukan koneksi internet. maklum kabupaten tempat aku tinggal baru berumur 4 tahun. Jadi mungkin para pengambil kebijakan daerah masih memikirkan bagaimana membangun hal-hal yang jauh lebih penting ketimbang internet.

Lanjutkan baca