Kisah celana panjang


Mungkin kita pernah dengar tebak-tebakan seperti ini “Apa bedanya celana panjang dengan kacang panjang?” dan Jawabannya adalah kalo’ kacang panjang walaupun dipotong sependek apapun tetep kacang panjang, sedankan celana panjang kalo’ dipotong jadi celana pendek”

Pagi yang cerah, saat itu keponakan laki-laki saya yang baru berumur 4 tahun tapi dah sekolah TK akan berangkat ke sekolah, biasa rutinitas harian. Tapi ada yang berbeda pada raut mukanya. Hal ini disebabkan oleh celana panjang yang ia kenakan sudah gantung (bahasa sayanya ‘sudah congklang’). Katanya dia malu pake’ celana yang dah pendek. Hal tersebut membuat saya tertawa karena biasanya anak seumuran dia tidak terlalu perduli dengan penampilan. Tapi dia koq sudah merasa malu dengan celananya yang sudah pendek.

Tapi setelah saya berfikir ulang, tak lama kemudian saya menjadi miris jika mengingat kejadian tersebut, apalagi jika dikaitkan dengan orang lain yang mungkin sering kita jumpai dijalan, di pusat perbelanjaan, bis kota atau tempat umum lainnya. Karena dengan tidak merasa malu menunjukkan auratnya dihadapan orang yang tak berhak melihatnya.

Apalagi jika kita yang mengaku muslim. Bukankah Allah telah memberikan petunjuk yang nyata kepada kita bagaimana seharusnya kita berpakaian. Begitu juga dengan Rasul kita.Tapi mengapa kadang kita tetap mengabaikan perintah Allah…?

How do you think…?

One thought on “Kisah celana panjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s