Kisah Seorang Bapak


Ini kisah nyata, yang mungkin juga kita sering temui dalam kehidupan kita. Dan saya menemukan ini di kampus saya.
Seorang bapak yang sudah berumur, saya taksir umurnya 60-an tahun. Datang ke kampus saya dengan jalan yang sudah sedikit sulit. Dia datang dan langsung menuju CS (customer service) untuk menanyakan informasi. Saya hanya bisa memperhatikan si bapak sambil bercerita dengan sahabat-sahabat saya di dekat meja CS. Setelah terjadi percakapan antara si Bapak dengan si CS, akhirnya si bapak mengisi buku tamu dan mendapatkan tanda pengenal bahwa dia adalah tamu di kampus saya. Dan menuju ke tempat dimana dia menemui orang yang di carinya. Saya sih awalnya cuek saja, karena peristiwa orang lain datang ke kampus untuk bertemu seseorang adalah biasa.

Hari itu kebetulan saya ada keperluan dengan ketua program studi (prodi) saya di ruangan prodi, dan saya ketemu lagi dengan si bapak tadi. rupanya dia juga memiliki kepentingan yang sama dengan prodi yang lain. karena saya datang sedikit lama maka saya harus menunggu. Kebetulan kursi saya tidak jauh dengan si bapak yang sedang berbicara dengan prodi, jadi apa yang mereka bicarakan terdengar oleh saya. Bukan maksud hati nak menguping pembicaraan orang lain, tapi apalah daya terdengar juga.😀

Ternyata si Bapak menanyakan status anaknya, koq tidak lulus-lulus kuliah, padahal menurut si Bapak anaknya tiap hari pamit berangkat kuliah dan meminta uang saku. Menurut perhitungan si Bapak seharusnya anaknya sudah di wisuda. Kemudian Ketua Prodi menerangkan mengapa anaknya belum lulus juga, ternyata si Anak masih banyak memiliki nilai buruk (E) disebabkan bukan karena dosennya pelit-pelit kasih nilai,🙂 tapi rupanya karena si anak jarang masuk ke kampus bahkan tidak ikut ujian. Ada yang Mid Semester maupun UAS. Wah si Bapak terkejut, bahkan dia merasa seperti dibohongi oleh si anak. Dengan perasaan sedih dan suara yang sedikit parau si Bapak pun menanyakan apakah anaknya masih bisa lulus. Maka Ketua prodi menjelaskan bahwa si anak masih bisa lulus dengan syarat memperbaiki nilai yang belum lulus. Dengan penasaran si ketua prodi menanyakan ada apa dengan si anak, mengapa si anak sampai seperti ini, apakah tidak ada komunikasi dengan si anak. Si Bapak pun hanya bisa berkata, Maklum Bu, anak bungsu, susah di nasehati. Si Ibu kepala prodi pun memaklumi, dan memberikan penjelasan serta semangat kepada si Bapak. Intinya adanya sebuah kerja sama antara orang tua dan pihak akademik. Setelah semuanya jelas, si Bapak pulang dengan langkah yang tak tegar lagi karena selain memang sudah tak muda lagi juga karena harapannya melihat anaknya wisuda tahun ini harus ia pendam hingga tahun depan.

Lalu saya tertegun dan membayangkan jika si Bapak adalah orang tua saya dan si anak adalah saya, alangkah durhakanya saya kepada orang tua saya. Dan saya perpikir kenapa ada anak yang rela menghancurkan kebahagiaan orang tua yang berharap anaknya bisa kuliah dan mendapat kehidupan yang layak. Bahkan mungkin kita sering mendengar atau menyaksikan hal-hal serupa dengan kisah si Bapak.

Semoga Allah memberikan petunjuknyya kepada si Anak dan kepada siapapun termasuk saya, untuk tidak mengecewakan orang tua dan selalu menghormati mereka. Tak ada harapan mereka yang lain sebagai orang tua, selain melihat kita bahagia dan dapat kehidupan yang layak seperti teman-teman kita.

Ya Rabb, Jaga orang tua saya yang jauh disana. Sayangi mereka, sebagaimana mereka menyayangi saya. Mudahkan saya dalam memenuhi harapan-harapan mereka.

Sore yang indah di kota Medan

Setitikharapan

25 thoughts on “Kisah Seorang Bapak

  1. hbs baca ceritanya jadi tringat tentang 7 tahun yang silam….😦 Ya Allah… semoga kejadian itu tidak akan menimpa kluarga kami lagi….

  2. Jadi sebenarnya menimpa siapa 7 tahun silam itu?
    Cerita dong Muh! Masak kita hanya tahu 7 tahun silamnya saja. Kali-kali itu penting bagi kami, agar hal itu tidak menimpa keluarga siapa pun.
    Pls!

    Salam Damai!

  3. Pingback: PadebloganKyaine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s