Aku Mencintai”mu” Karena Allah


Sudah lama ternyata saya gak posting, bukan disengaja. Tetapi ada pekerjaan offline yang sangat menyita waktu sehingga menunda keinginan untuk menulis. (perasaan punya banyak ide). Kali ini saya akan menulis sebuah inspirasi yang saya dapatkan dari membaca buku kiriman dari Kyaine Guskar. Buku ini saya baca untuk mengisi waktu-waktu istirahat kuliah dan kerja saya. Juga sebagai pengantar tidur selain baca doa sebelum tidur. Ntah mengapa belakangan ini saya sulit untuk tidur cepat. (adakah ini gejala-gejala insomnia ? *celingak-celinguk cari orang kesehatan).

Tapi disini saya bukan membahas tentang saya sulit tidur, melainkan tentang sebuah kalimat yang ada pada buku Hafalan Shalat Delisa tali asih pemberian Kyaine, yang membuat saya iri pada tokoh Delisa di buku itu. Kalimat itu adalah ” Umi, aku mencintaimu karena Allah”. Jika dipikir melalui logika dan nalar saya apa susahnya mengucapkan kata-kata itu kepada orang yang kita cintai, mengapa “mu” pada judul saya beri tanda kutip, itu saya artikan banyak. Bisa ayah, ibu, teman, saudara, dan lain sebagainya. Betul gak apa sih susahnya cuma ngomong kayak gitu. Tinggal dekati orang yang kita sayangi lalu ucapkanlah kalimat itu. Selesai bukan..

Tapi tidak bagi saya, itulah yang membuat saya Iri pada Delisa, sejak saya dilahirkan hingga sekarang saya tak pernah mengucapkan kalimat itu kepada orang yang saya cintai terutama ibu. Entah mengapa lidah ini seperti kelu untuk mengatakan kalimat itu.😥 , Padahal dalam buku itu Delisa dengan lancarnya mengatakan kepada Uminya langsung dengan memeluk punggung uminya yang sedang berdoa (waktu itu selesai sholat subuh) seperti tanpa beban. Sehingga membuat keluarga Delisa larut dalam tangisan yang begitu mengharukan. Saya pun ingin seperti ini. Apakah mungkin karena delisa pada waktu itu baru berumur 6 tahun, sedangkan saya baru mengetahuinya setelah saya sudah tidak pantas lagi disebut anak-anak. Bagaimana dengan sahabat..? Pernakah mengatakannya dan melakukannya kepada orang-orang yang dicintai😀.

Saya sih cuma berani mengatakannya dalam doa-doa saya. Untuk semua keluarga saya, terutama Ibu dan Bapak dikampung. Semoga suatu saat nanti saya sanggup mengatakan kalimat ini. “Ibu, aku mencintaimu karena Allah“.

NB: Buat teman-teman silahkan berbagi mengenai hal ini, sebagai balasannya saya akan mengunjungi blog anda dan memberikan 2 komentar sekaligus.Batasnya sampai 2 Feb ’10 *Maaf mbak sunflo, saya jadi follower neh😀

37 thoughts on “Aku Mencintai”mu” Karena Allah

  1. mulai belajar mengatakan ini sejak semakin jauh dari bapak ibu. kami sayang bapak ibu, begitulah biasanya kalimat sms untuk bapak ibuku. dicoba aja belajar mengucapkannya lewat sms, InsyaAllah orang tua kita senang banget mendapatkannya. Oh yah, kalau bersama suami kalimat ‘sayang’ adalah kalimat wajib he..he..he..

  2. terharu mas, saya juga jarang bilang seperti itu kepada orang yang saya cintai, entah kenapa?tapi kalo gak bisa pake lisan di hatipun juga gakpapa kan:-)
    salam kenal juga mas..

  3. wow suatu cerita yang bisa dibuat untuk merenung,,, iya saya juga lagi berusaha untuk mencintai seseorang juga karena allah

    berkunjung diitunggu kunjungan baliknya

  4. hehehe…😆 rupanya sedang sibuk keliling tebar komen yaa… aq kaget, kok ade’ nyasar2 ke postingan lamaku, kurang kerjaan aja, eh…bru nyadar, tnyata…xixixi… makasih ya

  5. Wew.. kreatif juga nih .. ada nb nya😆 :lolo: tapi .. saya postingnya pas di tgl 3 nih😀

    Kalo sulit untuk mengungkapkan secara langsung .. coba saja diungkapkan dengan lewat sms🙂

    Mis : .. Ibu/Ayah yang disayang Allah .. doakan biar ujian saya besok bisa lulus ujian ya🙂 Insya’ Allah setelah mereka membaca sms singkat itu mereka merasa punya semangat baru ..😉

    Atau bisa .. kita tunjukkan lewat sikap & perbuatan .. tapi yang lebih utama selalu mendoakan mereka di setiap saat & waktu🙂

    Keep Istiqomah yak😉

  6. selamat pagi.

    seumur hidup saya gak pernah mengucapkan “aku mencintaimu” kepada siapapun.
    tapi mungkin lebih ke praktik dan perbuatannya aja sih, bukan ucapan.
    begitulah..

    terima kasih dan mohon maaf😮

  7. ngintip…
    jadi mengingatkan… bahwa ucapan seperti itu terkadang perlu… walo ndak selalu…
    karena kadang ada yang risih menerimanya.. karena malu… hii
    salam sukses…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s