Hendak Kemana Kita..?


Terlebih dahulu saya memohon maaf kepada teman-teman jika saya terlalu lama gak Update postingan. Ada beberapa kesibukan offline yang membuat saya gak bisa Online.

Hendak kemana kita, itulah yang menjadi pertanyaan saya yang sering saya sampaikan kepada teman-teman saya dikampus. Ketika saya melihat fenomena-fenomena yang ada dikampus saya. Betapa saya miris melihat sebagian teman-teman saya maupun adik kelas *Maklum semester akhir..
Bagaimana tidak, jika mahasiswa membawa laptop dan Online pasti yang dibuka adalah Facebook. Menurut saya tak ada larangan untuk membuka facebook atau memiliki account di Facebook, karena menurut pak Romi Satria Wahono, Facebook bisa dijadikan personal branding. jarang sekali mahasiswa saya dapati sedang membuka Ilmu Komputer dot com, atau situs-situs bermanfaat lainnya. Situs-situs seperti ini hanya akan bermanfaat jika kita dapat tugas dari dosen. Itupun hanya sekedar dibuka, baca sebentar dan copy paste, print dan kumpul. Budaya Plagiatisme.

Begitu juga ketika saya coba mengunjungi perpustakaan, yang saya lihat adalah bangku-bangku kosong tak berpenghuni, paling hanya ada beberapa mahasiswa yang memang mempunyai kebiasaan baca buku, atau sekedar cari referensi tugas (ini lebih baik timbang copy paste). Selebihnya mahasiswa adalah ke Kantin, tempat nongkrong, main Play Station. Sungguh sangat miris saya melihatnya. Bahkan yang lebih parah adalah mahasiswa semester 4 tidak tau letak perpustakaan kampusnya. *Padahal luas kampus bisa selesai dikelilingi dalam waktu hanya satu jam.

Jangan ditanya seminar atau workshop berbayar ratusan ribu atau jutaan rupiah. Disodorkan Brosur Seminar dengan harga yang lebih murah dengan harga Bakso + Juice yang biasa mereka makan, mereka bertanya loh gak gratis seminarnya.

Itulah sedikit fenomena mahasiswa yang ada dikampus, Jangan tanyakan siapa Pendiri Ilmu Komputer dot kom *maklum mahasiswa ilmu komputer, jadi komputer terus.😀. Ketua Perguruan Tingginya pun Lupa namanya, dan mereka akan bertanya ketika hendak melengkapi berkas-berkas yang berhubungan dengan kampus.

Fenomena ini terjadi dikampus saya dan mungkin beberapa kampus yang pernah saya kunjungi, setidaknya hasil ini saya dapatkan dari teman-teman saya dibeberapa kampus, dan menimpa sebagian mahasiswa bukan keseluruhannya, saya tak tau dengan kampus lain yang belum pernah saya kunjungi. Tak perlu menyalahkan siapapun. Apalagi pihak kampus yang sudah berupaya keras menyediakan fasilitas. Karena menurut saya fasilitas kampus sudah baik, tinggal kita yang mengoptimalkannya.

Wahai sahabatku, sadarilah bahwa kita adalah mahasiswa, tak semua pelajar menengah bisa merasakan bagaimana rasanya bangku perguruan tinggi. Bukan karena mereka tak mau, tapi lebih karena tak ada biaya untuk itu. Maka sadarilah itu sebagai sebuah anugerah. Untuk sahabatku yang sudah baik, pertahankanlah. jangan sampai virus-virus kemalasan menghampiri kita dan menyeret kita menuju keburukan.

“Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Dan Esok harus lebih baik dari hari ni”

30 thoughts on “Hendak Kemana Kita..?

  1. yups…
    bener tuh…
    mudah2an saya tdk trmasuk ddalamnya….🙂
    apaLagi kLu ad tugas…
    daripada nyari d perpustakaan, mahasiswa sekarang lbh suka nanya sama “mbah GooGeL” atwpun “Mbak WikipeLia”.. xixixixiii…
    bisa Langsung di copy, bahkan d print… (kata mereka2..).
    tapi gak bisa di pungkiri jg mas,,
    semua ini karena perkembangan zaman dan TeknoLogi…

  2. salam sobat
    iya zaman sekarang kalah dengan FB semuanya ya,,
    sampai para mahasiswa lupa letak perpustakaan di kampusnya,karena saking jarangnya membaca ditempat tersebut.

  3. gara2 fesbuk juga orang2 pd melek internet, asal punya account aja gak tau manfaatnya dan menyikapinya dg arif. ini nih yg bikin kacau.

  4. Hendak kemanakah kita (At Takwir: 26). Kukira isinya tentang perjalanan akhirat?
    Mungkin karena setiap orang tidak sama. Ada yang lebih suka baca buku daripada baca di depan komputer. Namun, memang semua harus disikapi dengan arif. Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik.
    ———————————-
    Belum sanggup angkat tema-tema seperti mas hanif. Yup bener sekali mas. Segala sesuatu harus disikapi dengan bijak

  5. Pingback: Software Untuk Reply Comment « Mas Edy On The Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s