Musim ini datang lagi..


Musim ini kembali datang menyambangi kota medan tercinta. Bukan sedang musim duren (durian) atau rambutan maupun buah manggis. Seperti halnya kota Samarinda tempat saudari saya Mbak Akin bermukim

Selama saya menghirup udara kota Medan, saat ini memasuki tahun ke empat. Setidaknya saya sudah 3 kali melihat musim ini. yaitu pada tahun 2008,2009 dan sekarang 2010. Ya musim ini menguntungkan bagi sahabat-sahabat yang berkerja di advertising dan percetakan. Para penyedia jasa iklan, bahkan tukang becak dan supir angkotpun kecipratan rezeki dari musim ini. Inilah musim yang orang banyak menyebutnya Pesta Demokrasi atau yang biasa disebut Pemilu, baik Pilpres,pilgub, ataupun Pilkada.

Namun ada hal yang sama yang saya perhatikan dalam setiap datangnya musim ini, saya tidak tau apakah hal yang sama juga terjadi di daerah sahabat-sahabat narablog sekalian. Saya melihat setiap kandidat calon pasti memasang Baliho, poster serta teman-temannya disetiap sudut jalan.

Gak cukup disitu saja, mereka juga menempel di kaca-kaca jendela mobil milik pribadi, handai taulan dan pendukung setia. Masih belum cukup juga mereka juga menempel pada kaca mobil angkot dan pada becak-becak bermotor.

Belum cukup juga, mereka pun menempel pada dinding-dinding pagar rumah, dinding-dinding pembatas dan tiang-tiang listrik.

Masih belum cukup..? Mereka pun menempel pada pohon-pohon yang ada disepanjang jalan-jalan utama sampai ke pedesaan.

Belum cukup juga, mereka pun menempel pada baju-baju dan dibagi-bagi ke masyarakat.

Setidaknya inilah yang saya lihat ketika saya pergi kuliah, pergi kerja dan ketika saya nyasar. Mereka saling berlomba untuk memasang foto-foto mereka dengan ukurang sebesar dan sejelas mungkin. dan tentu saja lengkap dengan nomer urutnya serta slogan-slogan yang menarik minat masyarakat. Dan yang lebih ironisnya mereka saling tumpang tindih seolah-olah merekalah yang paling berhak menjadi pemimpin.

Saya bukanlah orang marketing, atau orang yang pintar membuat promosi. Tapi apakah harus sebanyak itu mereka mempromosikan diri mereka kepada masyarakat. Dengan mengabaikan keindahan kota, mengabaikan betapa susahnya membersihkan poster-poster yang tertempel didinding. Dan jika pohon bisa bicara maka mereka akan merintih ketika mereka tiap musim ini datang mereka harus menahan sakitnya tubuh mereka tertusuk-tusuk paku. Apa tidak ada media promosi yang lebih elegan.

Seandainya lah dana kampanye itu dikumpulkan dan digunakan untuk membangun sebuah sekolah atau rumah sakit saya rasa itu cukup. Mengingat biaya yang harus dikeluarkan sangatlah banyak. Belum lagi uang “lelah” yang harus diberikan untuk peserta kampanye.

Wahai calon-calon pemimpin negeri ini, harus begitu banyakkah pengorbanan yang harus dikeluarkan hanya untuk sebuah jabatan. Mudah-mudahan tidak ada korupsi setelah musim ini berakhir dan andalah pemenangnya. tidak adal lagi penduduk miskin yang tak bisa menyekolahkan anaknya, tidak ada lagi orang sakit yang mati karena tak mendapat pelayanan kesehatan. Bukankah ini janji-janji anda…?

Mudah-mudahan amanah ini dapat anda jaga

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Al Anfal : 27).

Karena sungguh setiap kepemimpinan akan dimintai pertanggungjawaban

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia pimpin”. (Mutafaq ‘alaih)

43 thoughts on “Musim ini datang lagi..

  1. fuh…bener tuh..banyak pengorbanan tapi yah..setelah selesai kampanye bukannya malah membalas kebaikan semua pihak..malah ada aja yang menambah penderitaan rakyat…harus sampai kapan lagi yah😦

  2. saya merinding tuh baca ayat dan hadist di akhir posting…sedikit sekali para pemimpin dan pejabat negara ini yang mau mendalami, memaknai dan mengamalkannya..jangan itu..membacanya saja mungkin mereka tidak pernah…naudzubillah

  3. wah senengnya yang bisnis percetakan, tentunya menghasilkan rupiah yang mengiurkan ,asal di bayar aza.
    Aku pikir didaerah daerah lain hampir sama cuma tehniknya mungkin beragam. Mungkin bagi2 duit juga adakah di tempat anda .

    Salam kenal

  4. smoga mereka amanah ya…
    kita berharap banyak negeri ini
    bisa tumbuh dengan dipimpin
    anak bangsa yang cerdas dan
    memiliki komitmen pada rakyat…
    jangan pas ‘itunya’ aja…

    hehe, salam…😀

  5. di tempat saya kira2 ada 7 atau 8 calon bupati yg sdh memasang baliho di mana2.. semua pengin jd bupati.. padahal masing2 blm ditetapkan sebagai balon bupati, ttp sdh jor2n memperkenalkan dirinya kepada masyarakat.
    tp denger2 pilkada di tempat saya akan mundur, krn budget yg diusulkan kpud terlalu besar dan pemkab nggak sanggup menanggungnya.
    lagi2 membuang uang rakyat untuk hal2 yg kurang bermanfaat utk kemaslahatan rakyat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s