Belajar Pada Nyamuk


Nyamuk..

Nyamuk

Apa yang anda ingin lakukan ketika sedang asyik-asyiknya nonton, lagi ngobrol atau lagi jagain anak bayi terus melihat nyamuk yang segede ini trus perutnya kenyang dengan darah…? Pasti hampir dari setiap kita akan mengatakan menggaplok tuh nyamuk sampai mati *Biasanya karena dendam 😀 .

Kita akan terus mengunyel-ngunyel tuh tubuh nyamuk yang sudah tak berdaya hingga tubuhnya lembut bahkan hancur lantaran palak ama tuh nyamuk. Apalagi ibu-ibu yang melihat nyamuk itu berasal dari anak bayi yang dijaganya.

Tapi bukan itu yang ingin saya sampaikan sodara-sodara, melainkan Bagaimana cara kita belajar pada mahluk yang juga sama penciptanya dengan kita, Belajar apa emang sih..? Terbang..weks jelas gak mungkin. Para ahli belajar buat pesawat dari burung, bukan nyamuk. Jadi belajar apaan donk…?

Kebetulan saya tadi bertemu dengan beberapa teman seangkatan yang baru habis liburan. Biasanya anak-anak semester akhir selain membicarakan Skripsi juga memikirkan kegiatan apa yang akan dilakukan setelah selesai kuliah. Rata-rata semua akan bilang ya cari kerja donk. Jarang dari kami yang mencetuskan ide untuk menjadi seorang pengusaha dan punya karyawan.😀 Tapi rata-rata dari kami ngomong lagi, mo cari kerja dimana..? Sulit cari kerjaan di jaman sekarang, kecuali koneksinya mantap , udah bagus, Kenceng Lagi. Dan ini sudah menjadi rahasia umum. Saya juga sering mengobrol dengan kakak alumni, dari mereka ada yang sudah dan belum bekerja. Tapi walau mereka belum bekerja tapi mereka dijuluki pengacara. Loh kan pengacara jenis pekerjaan juga toh. Bukan itu tapi PENGAngguran Banyak aCARA.😀

Ketika saya merenungkan kembali hal-hal ini, trus ditambah lagi dengan pertanyaan orang tua, nanti kalau sudah tamat mo kerja dimana nak..? Hmm..tentu ini menjadi tantangan sendiri buat semua lulusan pendidikan.

Ketika saya memikirkan hal ini, maka saya pun teringat tausyiah dari Aa Gym, jangan khawatir dengan rejeki kita. Setiap orang sudah ada rejekinya masing-masing. Kita tinggal menjemputnya. Jadi mari kita ubah paradigma kata mencari rejeki dengan kata menjemput rejeki. Karena jika kita pakai kata mencari maka jawabannya ada 2, dapat atau tidak. Tapi jika menjemput, sudah pasti ada yang di jemput. Kemudian Aa Gym Bilang, gak usah takut gak kebagian, masa kalah ama nyamuk. Nyamuk itu ketika ia keluar untuk menjemput rejekinya, dia sudah mempertaruhkan nyawa, ketika akan menghisap darah, saat menghisap darah dan setelah selesai. Buktinya kita masih niat gaplok tuh nyamuk toh.

Tapi apakah nyamuk pernah protes, tidak bukan. Nyamuk tetap bersyukur pada Allah akan apa yang ada pada dirinya. Hanya saja kita tidak tau cara mereka bersyukur. Jadi apalagi yang kita takutkan. Seharusnya kita tetap bersyukur terhadap apa yang kita dapati. Bahkan kita lebih sering tidak bersyukur terhadap nikmat yang ada pada diri kita. Jadi yuk kita belajar dari nyamuk.Jangan menyerah (seperti kata Dmasiv). Optimis. Jika saat ini belum dapat, mungkin Allah belum ijinkan kita bertemu dengan rejeki, atau masih ada yang kurang sajennya. Mungkin sedekahnya, Ibadahnya, atau restu orang tua (terutama Ibu).

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Q.S. Al Jumu’ah:10)

48 thoughts on “Belajar Pada Nyamuk

  1. Makasi mas edy sudah memberi wawasan kepada saya tentang bagaimana seharus’a kita menjemput sebuah rizky….
    dan tidak lupa juga dengan rizky yang telah kita.,kita bersykur dengan memberikan sedekah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s