Setitik Harapan di Hari Anak Nasional


Hari ini adalah Peringatan Hari Anak Nasional, peringatan secara ceremoninya pun sangat megah, sayang terkadang kegiatan seperti cuma sehari saja. setelah itu amleng. gak ada gaungnya lagi dan akan bergaung tahun depan. Mudah-mudahan tidak untuk tahun ini dan seterusnya.

Ngomong-ngomong soal nyamuk anak, maka saya pun teringat masa kecil ketika masih anak-anak *walau sekarang masih jadi anak dari orang tua saya dan saya belum punya anak. Dimana waktu itu jika saya bandingkan dengan masa sekarang sangat jauh sekali. terutama untuk permainan.

Saat ini anak-anak sudah jauh dari hal-hal bermain, karena mereka sangat sibuk dengan jadwal mereka. Pagi sekolah, siang les pelajaran sekolah, sore les mengaji. Malam harus belajar lagi. Atau seandainya mereka tidak memiliki jadwal tambahan seperti yang sebelumnya, maka mereka akan menghabiskan waktunya dengan main Play Station atau Game Online di warnet. Setidaknya inilah yang saya lihat di wilayah kost saya. entah di daerah lain.

Ketika melihat mereka, saya rindu akan masa kanak-kanak saya. selepas pulang sekolah, maka kami bermain bersama teman. biasanya mainannya musiman. Kadang bermain layang-layang, main gundu, main lempar karet, gambaran, Galah, yeye dan Patok Lele, dan masih banyak lagi permainan yang lain. Saya rindu melihat anak-anak memainkannya lagi. Si Bolang (acara di salah satu TV Swasta) terkadang mampu mengobati rindu saya akan masa kecil saya.

Saya rindu bermain patok lele. permainan yang dilakukan secara team. dibutuhkan keberanian untuk menjaga. salah-salah bisa benjol terkena kayu. saya juga rindu bermain galah, lapanganya dibuat persegi panjang, kemudian di buat garis tengahnya secara vertikal dan horizontal, permainan ini juga berkelompok. Diperlukan kerja sama team dan kekompakan. sangat rame’ disaksikan ayah dan ibu. Apalagi bermain dibawah sidar rembulan dan penerangan obor. yeye juga saya lihat mulai menghilang. permainan dari karet gelang yang disambung kemudian direntangkan. kita harus bisa melewati tantangan ketinggian mulai dari setinggi betis, lutut, pinggang, dada, pundak, kepala, leher, dan merdeka. walau saya laki-laki saya sering bermain bersama kakak saya yang perempuan. Saya juga merindukan permainan yang lain.

Tapi zaman terus berputar, mungkin sudah saatnya permainan itu menjadi legenda dan cerita orang tua untuk anaknya, sama seperti legenda-legenda terdahulu. mudah-mudahan orang tua saat ini mampu mendidik anaknya menjadi generasi penerus yang baik. tidak sejara ilmu pengetahuan ssaja, tapi juga akhlak dan agamanya juga harus baik.  tidak ada terdengar lagi kabar anak diperdagangkan, dipekerjakan di jermal, menjadi pembantu, pengemis dan gelandangan. tak ada lagi orang tua yang membunuh anaknya, atau meracuninya. yang terdengar tinggal anak Indonesia yang berprestasi, sehat, dan kreatif. SELAMAT HARI ANAK NASIONAL

Buat yang bingung patok lele, yeye itu apa silahkan lihat gambar ya.

Patok Lele

Patok Lele

Yeye

Sumber gambar disini dan disini

Salam


39 thoughts on “Setitik Harapan di Hari Anak Nasional

  1. hoho telat mas…tapi gpp lah
    mhmm patok lele??
    asa pernah dengar juga permainan itu…
    kalau yeye itu, namanya di isil permainan lompat tali..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s