Returns


[Teras Masjid, Pukul 20.10, kecepatan rata-rata koneksi 4,6 KB/s]. Hari ini entah bisikan dari siapa yang membuat aku begitu bersemangat menstarter kuda besiku dan meluncur menuju lokasi tower (BTS) idaman yang berjarak sekitar kurang lebih 1 km dari tempat aku tinggal sekarang untuk kembali membuka blog ini dan menuliskan kata demi kata. Karena hanya dibawah tower inilah koneksi internet bisa “diandalkan”.

Setelah dipikir-pikir mungkin kerinduanku pada Emakku (Nakjadimande) dan Sobatku (Ramudeng aka Lina NDuk Ram) setelah saling berbalas komentar di facebook. Mungkin juga karena buku karya Mas Gola Gong (Menggenggam Dunia, Bukuku Hatiku) yang ku download tadi siang. Entahlah, tapi hari ini aku begitu ingin untuk menuliskan kata di blog ini.

Saat ini aku berada disebuah daerah yang lumayan jauh dari kota. Di sini koneksi internet tidaklah semudah waktu masih tinggal di Medan. Jangankan ditempatku tinggal, di Ibukota kabupaten pun aku masih kesulitan mencari tempat untuk melakukan koneksi internet. maklum kabupaten tempat aku tinggal baru berumur 4 tahun. Jadi mungkin para pengambil kebijakan daerah masih memikirkan bagaimana membangun hal-hal yang jauh lebih penting ketimbang internet.

Tinggal di tengah luasnya perkebunan sawit, aku bekerja sebagai tenaga pendidik. Setiap hari mengajar dan bertemu dengan siswa dengan berbagai macam karakter dan suku. Ada yang bertingkah lucu, mengesalkan dan ada juga yang cuek bebek. tapi itu merupakan sebuah hal yang sangat menggembirakan bagiku. Pada mereka aku belajar kesabaran, belajar memahami dan hal-hal yang tak kudapatkan sebelumnya.

Pelajaran yang kubawa adalah TIK, sebuah pelajaran yang mungkin mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi mungkin tidak disini. Dengan keterbatasan sarana/prasarana, aku harus pandai membagi jadwal agar mereka bisa menikmati praktik dan ‘belajar’ menggunakan komputer dengan benar. Jangan bercerita tentang seberapa cepat mereka mengetikkan kata, atau seberapa mahir mereka mengoperasikan perangkat lunak pengolah kata maupun kata. Kadang aku hampir menangis dalam hati saat mengetahui masih ada yang tangannya bergetar ketakutan ketika memegang mouse. Tapi itulah tantangannya, disini aku merasa terpanggil untuk tetap mendidik mereka menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Rasanya ketika aku sedang melaksanakan tugasku, aku seperti sedang mengikuti program reality show ‘Pengabdian’ yang tayang setiap sabtu sore di Trans TV.

Sebenarnya masih banyak yang ingin kuceritakan, tapi mungkin ini dululah sebagai pembuka dan mudah-mudahan bukan sebagai ‘penutup’ blog ini kembali dari kevakuman.

*judul postingan diambil dari blognya emak LJ Returns

16 thoughts on “Returns

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s