Rumah Pengabdian


Rumah Pengabdianku

[Bagan Batu, Pukul 23:11], Hari ini libur sekolah karena hari minggu, disusul dengan esok harinya, karena ada tahun baru Imlek. Hal-hal seperti ini kumanfaatkan untuk mengisi waktu dengan pergi ke rumah kakakku di kota Bagan Batu, salah satu kota kecamatan yang lumayan ramai di Perbatasan antara Propinsi Sumut dan Riau. Disini koneksi Internet lumayan bagus, jadi aku gunakan untuk melakukan hal-hal yang menurutku perlu kulakukan, termasuk menulis blogku tercinta.

Kali ini aku ingin menceritakan rumah pengabdianku sebagai guru, gambar diatas adalah sekolah dimana aku mengajar, sebuah sekolah standar seperti kebanyakan sekolah lainnya. Sekolah ini sudah dibangun permanen oleh perusahaan dimana aku mengajar. Ya, sekolah itu merupakan sekolah milik perusahaan perkebunan kelapa sawit. Sebagai wujud tanggung jawab terhadap pendidikan anak para karyawannya.

Sekolah tempatku mengabdi dikelilingi oleh puluhan ribu hektar kebun kelapa sawit dengan beragam usia, karena memang disekitar sekolah ini berdiri setidaknya ada 4 perusahaan sejenis. Dan anak-anak karyawannya yang usia sekolah ikut belajar di sekolah dimana aku mengajar. Ada yang baru ditanam, ada yang sudah hampir diganti dan ada yang sedang banyak-banyaknya berproduksi.

Untuk menempuh kesekolah anak-anak biasanya diantar jemput menggunakan bus sekolah, melewati tanjakan dan turunan serta jalan-jalan berdebu jika musim kemarau. Jarak tempuh beragam, yang paling jauh sekitar 18 km. Namun, jika malam hari hujan deras, maka bisa dipastikan keesokan harinya dikelas hanya ada beberapa siswa saja yang bersekolah. Disebabkan bus yang menjemput tak bisa lewat.

Banyak pengalaman yang sangat berharga kudapat disini. Termasuk bagaimana menerapkan ilmu-ilmu teori yang pernah kupelajari menjadi sebuah kenyataan yang memang harus diajarkan. Belajar untuk bersabar dan memahami proses pendidikan yang ada. mencoba memberi pemahaman kepada orang tua dan anak-anak bahwa pendidikan penting. Membagi pengalaman kepada siswa tentang hal-hal yang belum mereka ketahui dan kisah-kisah orang-orang sukses walau orang tua mereka adalah orang yang kurang mampu. Hal ini penting dilakukan, mengingat masih banyak orang tua dan siswa yang menganggap bahwa ketika anaknya tamat SMP itu sudah cukup, yang penting sudah kuat untuk membantu orang tuanya menjadi buruh panen.

Mudah-mudahan, dirumah pengabdian ini aku dapat membagi apa yang ku ketahui. Dan mencoba membagi mimpi-mimpiku kepada siswaku. Mudah-mudahan dengan mimpi itu mereka lebih berusaha dan tak menyerah oleh keadaan. Dan semoga pengabdian ini bisa menjadi amal jariyahku di masa yang akan datang. Amiin.

67 thoughts on “Rumah Pengabdian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s