Kisah ini terjadi ketika saya masih duduk di kelas 4 SD, mungkin sekitar 12 tahun yang lalu. Dikeluarga saya, saya adalah orang yang termasuk lambat dalam mengayu kendaraan beroda dua yang sering disebut sepeda. Kedua kakak saya yang perempuan bisa naek sepeda saat mereka dikelas 1 SD, begitu juga dengan adik-adik saya, sementara saya hingga duduk di bangku kelas 4 SD belum bisa naek sepeda, sehingga jika pergi kemana-mana saya cuma bisa duduk diboncengan, entah itu bersama ayah, ibu, kakak maupun teman-teman.
Di kampung saya Waktu itu jangan berhara
p belajar sepeda menggunakan sepeda mini layaknya anak sekarang belajar menaiki sepeda. Karena saat itu sepeda mini sangatlah jarang. Maka kami semua belajar bersepeda menggunakan sepeda milik orang dewasa, saya ndak tau nama resminya, tapi kami memanggilnya sepeda jengki. Saya ingat merk sepedanya. Phoenix.
Aku dan Sepeda
February 4, 2010Aku Mencintai”mu” Karena Allah
January 30, 2010Sudah lama ternyata saya gak posting, bukan disengaja. Tetapi ada pekerjaan offline yang sangat menyita waktu sehingga menunda keinginan untuk menulis. (perasaan punya banyak ide). Kali ini saya akan menulis sebuah inspirasi yang saya dapatkan dari membaca buku kiriman dari Kyaine Guskar. Buku ini saya baca untuk mengisi waktu-waktu istirahat kuliah dan kerja saya. Juga sebagai pengantar tidur selain baca doa sebelum tidur. Ntah mengapa belakangan ini saya sulit untuk tidur cepat. (adakah ini gejala-gejala insomnia ? *celingak-celinguk cari orang kesehatan).
Tapi disini saya bukan membahas tentang saya sulit tidur, melainkan tentang sebuah kalimat yang ada pada buku Hafalan Shalat Delisa tali asih pemberian Kyaine, yang membuat saya iri pada tokoh Delisa di buku itu. Kalimat itu adalah ” Umi, aku mencintaimu karena Allah”. Jika dipikir melalui logika dan nalar saya apa susahnya mengucapkan kata-kata itu kepada orang yang kita cintai, mengapa “mu” pada judul saya beri tanda kutip, itu saya artikan banyak. Bisa ayah, ibu, teman, saudara, dan lain sebagainya. Betul gak apa sih susahnya cuma ngomong kayak gitu. Tinggal dekati orang yang kita sayangi lalu ucapkanlah kalimat itu. Selesai bukan..
Resonansi Jiwa: “Kekuatan tanpa Kekerasan”
January 25, 2010Beberapa bulan yang lalu saya mendapat file mp3 dari teman yang isinya adalah motivasi-motivasi serta pembelajaran untuk kita renungkan. Salah satu yang sangat menarik buat saya adalah dengan judul Kekuatan tanpa Kekerasan. yang intinya adalah bahwa tak perlu menghukum orang lain dengan kekerasan. Setelah saya googling ternyata banyak yang sudah membuat postingan seperti ini.
“Kekuatan tanpa kekerasan”
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua, Jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga.Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton di bioskop.
Hadiah dari Sahabat
January 21, 2010Alhamdulillah, Hari ini ada kabar gembira buat saya (nulisnya neh sambil melayang-layang karena senang)
,mungkin seperti ketiban durian runtuh, bahkan dua sekaligus. Tak ada angin tak ada hujan, pas saya blogwalking ke blognya teman-teman saya yang nongkrong disamping, eh di postingan terakhir masuk nama saya sebagai tersangka eh masuk sebagai konten isi blog. Ini mengenai hadiah, beberapa teman blog menawarkan hadiah di blognya, kalau niatnya hanya pemilik blog dan Allahlah yang tau.
heheheh
Kisah Seorang Bapak
January 19, 2010Ini kisah nyata, yang mungkin juga kita sering temui dalam kehidupan kita. Dan saya menemukan ini di kampus saya.
Seorang bapak yang sudah berumur, saya taksir umurnya 60-an tahun. Datang ke kampus saya dengan jalan yang sudah sedikit sulit. Dia datang dan langsung menuju CS (customer service) untuk menanyakan informasi. Saya hanya bisa memperhatikan si bapak sambil bercerita dengan sahabat-sahabat saya di dekat meja CS. Setelah terjadi percakapan antara si Bapak dengan si CS, akhirnya si bapak mengisi buku tamu dan mendapatkan tanda pengenal bahwa dia adalah tamu di kampus saya. Dan menuju ke tempat dimana dia menemui orang yang di carinya. Saya sih awalnya cuek saja, karena peristiwa orang lain datang ke kampus untuk bertemu seseorang adalah biasa.
Hari itu kebetulan saya ada keperluan dengan ketua program studi (prodi) saya di ruangan prodi, dan saya ketemu lagi dengan si bapak tadi. rupanya dia juga memiliki kepentingan yang sama dengan prodi yang lain. karena saya datang sedikit lama maka saya harus menunggu. Kebetulan kursi saya tidak jauh dengan si bapak yang sedang berbicara dengan prodi, jadi apa yang mereka bicarakan terdengar oleh saya. Bukan maksud hati nak menguping pembicaraan orang lain, tapi apalah daya terdengar juga.
Ternyata si Bapak menanyakan status anaknya, koq tidak lulus-lulus kuliah, padahal menurut si Bapak anaknya tiap hari pamit berangkat kuliah dan meminta uang saku. Menurut perhitungan si Bapak seharusnya anaknya sudah di wisuda. Kemudian Ketua Prodi menerangkan mengapa anaknya belum lulus juga, ternyata si Anak masih banyak memiliki nilai buruk (E) disebabkan bukan karena dosennya pelit-pelit kasih nilai,
tapi rupanya karena si anak jarang masuk ke kampus bahkan tidak ikut ujian. Ada yang Mid Semester maupun UAS. Wah si Bapak terkejut, bahkan dia merasa seperti dibohongi oleh si anak. Dengan perasaan sedih dan suara yang sedikit parau si Bapak pun menanyakan apakah anaknya masih bisa lulus. Maka Ketua prodi menjelaskan bahwa si anak masih bisa lulus dengan syarat memperbaiki nilai yang belum lulus. Dengan penasaran si ketua prodi menanyakan ada apa dengan si anak, mengapa si anak sampai seperti ini, apakah tidak ada komunikasi dengan si anak. Si Bapak pun hanya bisa berkata, Maklum Bu, anak bungsu, susah di nasehati. Si Ibu kepala prodi pun memaklumi, dan memberikan penjelasan serta semangat kepada si Bapak. Intinya adanya sebuah kerja sama antara orang tua dan pihak akademik. Setelah semuanya jelas, si Bapak pulang dengan langkah yang tak tegar lagi karena selain memang sudah tak muda lagi juga karena harapannya melihat anaknya wisuda tahun ini harus ia pendam hingga tahun depan.
Lalu saya tertegun dan membayangkan jika si Bapak adalah orang tua saya dan si anak adalah saya, alangkah durhakanya saya kepada orang tua saya. Dan saya perpikir kenapa ada anak yang rela menghancurkan kebahagiaan orang tua yang berharap anaknya bisa kuliah dan mendapat kehidupan yang layak. Bahkan mungkin kita sering mendengar atau menyaksikan hal-hal serupa dengan kisah si Bapak.
Semoga Allah memberikan petunjuknyya kepada si Anak dan kepada siapapun termasuk saya, untuk tidak mengecewakan orang tua dan selalu menghormati mereka. Tak ada harapan mereka yang lain sebagai orang tua, selain melihat kita bahagia dan dapat kehidupan yang layak seperti teman-teman kita.
Ya Rabb, Jaga orang tua saya yang jauh disana. Sayangi mereka, sebagaimana mereka menyayangi saya. Mudahkan saya dalam memenuhi harapan-harapan mereka.
Sore yang indah di kota Medan
Setitikharapan
Mulai Melangkah..
January 13, 2010
Alhamdulillah, setelah melewati fase demi fase kehidupan yang melelahkan, akhirnya sedikit demi sedikit pintu cahaya itu terbuka dengan sambutan indah didepannya. Cahaya yang mampu menentramkan, walau belum semuanya dapat dinikmati. karena pintunya masih belum terbuka sepenuhnya. Tapi setidaknya diriku bisa bernafas lega menghadapi masalah kedepannya. Walau sempat mengeluh di postingan sebelumnya, tapi alhamdulillah begitu banyak sahabat yang memberikan semangat untuk bangkit kembali, sehingga kaki ini kembali kuat untuk melangkah.
Hari ini alhamdulillah tugas akhir yang katanya merupakan puncak dari perjuangan selama kuliah sedikit demi sedikit menemui titik terang, diskusi dengan dosen pembimbing, arahan dan nasehatnya membuat saya seperti tidak sedang menghadapi seorang dosen pembimbing, tetapi seperti bercerita kepada kawan lama. Moga ini sebuah pertanda baik untuk langkah selanjutnya dan merupakan langkah awal tuk menyelesaikan masalah-masalah berikutnya.
NB. Terima kasih sahabat yang telah memberikan motivasi.
Mencari Spirit Yang Hilang
January 9, 2010Tahun baru, biasanya diawali setiap orang dengan semangat dan resolusi baru untuk menghadapi tantangan yang akan dihadapi. Dengan membuat target-target pencapaian, intinya Tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu. Semuanya berharap begitu. Begitu juga dengan diriku. Tapi rupanya Allah berkehandak lain yang saya percaya itu pasti akan ada buah manis yang akan saya petik di kemudian hari. Amin
Cobaan-cobaan silih berganti setiap hari di awal-awal tahun baru ini, saat yang satu belum selesai, satu lagi datang menghampiri. Tapi inilah hidup, harus dihadapi dengan kesabaran dan tentu saja dengan senyuman.
Saat ini saya sedang mencari spirit yang sempat menghilang beberapa waktu lalu, dan mudah-mudahan segera ketemu. Sehingga pekerjaan-pekerjaan yang sempat tertunda pengerjaannya dapat terselesaikan dengan cepat. Ya Rabb Bimbinglah hamba-Mu yang lemah ini. Amiin
Postingan Terakhir
December 29, 2009Sedih rasanya harus mengatakan ini, karena Ini adalah postingan saya yang terakhir, hal ini disebabkan oleh :
Lanjutkan Baca..>>
Buat Bunda Tercinta
December 21, 2009
Bunda, taukah engkau bahwa esok adalah hari khusus untukmu..? Bunda mungkin engkau tau akan hal itu. tapi mungkin engkau tak begitu menghiraukannya. Bukan karena engkau tak perduli. Aku yakin akan hal itu. Tapi mungkin bagimu, yang penting adalah seberapa tulus engkau mencintai keluargamu.
Bunda ini adalah pertama kali anakmu yang telah engkau besarkan dengan segenap cinta yang engkau miliki mengucapkan “Selamat hari Ibu”. Maaf ya Bunda.
Bunda, melalui tulisan ini kuucapkan terima kasihku atas segala cinta yang engkau curahkan untuk kami orang-orang yang selalu engkau sayangi dengan segenap jiwa dan ragamu. Tak ada ucapan yang dapat aku ungkapkan selain terima kasih dan rasa syukurku pada Allah atas limpahan kasih sayang-Nya kepada kami melalui tanganmu yang mungkin tak lagi lembut seperti dulu, karena tergerus oleh usiamu yang tak lagi muda. tapi bagiku bunda, bukan pada kulit dan fisikmu yang aku rindukan, tapi kasih sayangmu yang begitu indah. Ketulusanmu yang mulia, serta cintamu yang tak pernah kering.
Terima kasih atas do’a yang selalu engkau panjatkan untuk kami, karena sungguh bunda, kekuatan do’a mampu mengubah sebuah takdir. Apalagi do’a bunda untuk anaknya. Karena mungkin ada bunda-bunda lain yang tak sempat berdo’a untuk anaknya atau mungkin ia lupa untuk berdo’a, karena kesibukkannya. Tapi engkau, walaupun engkau bekerja dari pagi hingga pagi lagi, engkau tetap menyempatkan diri untuk bersujud kepada-Nya dan mengangkat tanganmu dan berdo’a untuk kami.
Bunda maaf ya, kalau selama ini kami terkadang lupa akan kasih sayangmu, terkadang kami lupa untuk mendo’akanmu di sela-sela do’a kami karena kami lebih sibuk berdo’a untuk diri sendiri. terkadang kami lupa berterima kasih saat engkau buatkan sarapan pagi untuk kami, dan kami lupa untuk mencium tanganmu saat kami berangkat meninggalkan rumah, bahkan lupa menegucapkan salam.
Ya Rabb, hanya kepadamulah ku berdo’a dan memohon ampunanMu atas segala khilaf dan kealpaan kami atas dosa-dosa kami. Kupanjatkan do’a yang tulus untuk bundaku yang saat ini jauh disana. Jaga dia ya Allah. Sampaikan salam kami padanya. Amiin.
Me On 1 Muharram 1431 H
December 18, 2009Wuih..tahun baru, yang pasti hari ini adalah hari Libur. Betoool. Alhamdulillah dihari yang baik ini tak ku sia-siakan tuk tetap melakukan hal-hal yang bermanfaat. Mencoba mengisi waktu luang dengan apapun yang bisa menambah ilmu, wawasan, teman dan tentu saja bahan tuk update blog. ![]()
Alhamdulillah sehari sebelum hari ini ada undangan dari temen-temen sesalam aktifis kampus tuk ngadain Muhasabah Akhir tahun sekaligus menyambut tahun baru Islam yang mulia ini. Acara dilakukan dengan sukses yang tentu saja pasti ada hikmah dan ilmu baru yang bisa di bawa pulang. tapi bukan acara itu yang menjadi topik awal saya. tapi SESUATU hal yang membuat hati saya lumayan PANAS, walaupun masih pagi. Dikarenakan ada yang kurang enak atau malah ganjil dihati saya. Saat melewati jalan didepan sebuah Universitas terkemuka yang mungkin sudah mencetak Ribuan Alumni yang mungkin saat ini sudah menyebar di Seantero minimal Sumatera utara. Apakah gerangan yang ganjil…?
Pertama : Masa didepan kampus (walaupun diluar pagar) ada papan Reklame Rokok. tapi menurut sebagian orang ini wajar. Apa salahnya kan bisa nambah pajak dari iklan.. bak kata artis saya pun dengan berat hati mengucapkan Oke lah kalau begitu.
Kedua : Ada yang aneh dalam tulisan di bawah iklan. kira-kira seperti ini picturenya:

Picture aslinya sengaja di edit, takutnya ada yang tersinggung dan menuntut saya, seperti kasus ibu Prita. ![]()
nah ada yang aneh gak, masa di depan kampus promosinya, “NGE-DRUGS OGAH, MENDING ****** MILD AJA”
bintang-bintang tadi merupakan produk rokoknya, lah menurut saya ini kan janggal, disitu kita disuruh nolak Drugs yang juga bagian dari Narkoba, tapi kita juga disarani Merokok, padahal kan efeknya akan sama aja. Selain kecanduan, juga pasti akan bikin KANKER (Kantong Kering). Hmmm…Apakah tidak ada bahasa iklan yang lebih baik. Dan mungkin ini pertanyaan konyol saya, Kenapa di iklan Rokok ndak ada satu orangpun yang sedang merokok..? padahal hampir semua produk yang diiklankan kan minimal ada yang ditunjukkan. Misal iklan shampo, detergen, dll. Ada yang bisa jawab. Hmmmm
tapi Alhamdulillah Allah masih baik, saat saya mengikuti silaturrahim dengan sahabat-sahabat saya dari MyQur’an ada tamu yang tidak biasa datang. Seorang Muallaf dari Negara Hongaria ikut serta. Dia baru 2 minggu di kota Medan, untuk mengajar bahasa Jerman di sebuah Universitas di Medan. Kebetulan Mahasiswa beliau ada yang kenal dan mengajak gabung. namanya Bala’zs Huzska. Usianya baru 29 tahun, tapi saat ini dia sedang menempuh gelar doktornya. Hmm…
Baca Lanjutannya, Ntar Rugi Loh baca Setengahnya aja
Posted by setitikharapan 


