Surat untuk Ibunda

source pic:cara-cara-cepat.blogspot.com

source pic:cara-cara-cepat.blogspot.com

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bunda, Puji Syukur kita kepada Allah , Semoga Allah senantiasa mencurahkan kasih sayang-Nya kepada kita. Sholawat kepada Rasulullah, yang mengajari kita untuk senantiasa bersyukur dan saling mencintai.

Bunda, surat ini kutujukan untuk mengungkapkan betapa daku sangat mencintaimu setelah rasa cintaku pada Allah, Rasul dan agama ini. Bunda, engkau adalah wanita pertama yang mencintaiku dengan sepenuh hati. Wanita yang mencintai diri ini disaat suka dan duka. Bundalah orang yang selalu mendoakan diri ini disetiap sujud-sujud yang bunda kerjakan setiap hari.

Bunda, kini anakmu sudah beranjak dewasa, ijinkan lah anakmu untuk mulai menemukan cinta pada wanita lain. Wanita yang akan menggenapkan separuh agama ini. Wanita yang kelak juga akan menjadi Ibunda buat anak-anak kami nanti. Wanita yang juga akan mencintai keluarganya sama seperti bunda mencintaiku dan keluarga ini. Wanita yang juga mencintai Allah, Rasul dan agamanya. Yang akan mengajarkan anak-anak kami bagaimana menjalani hidup, mencintai Agamanya dan keluarganya pula.

Bunda, maafkan anakmu ini yang tak bisa dan selamanya tak kan bisa membalas cinta bunda. Maaf jika selama ini belum bisa membahagiakan bunda. Tapi ijinkanlah bila tiba saatnya nanti harus kulabuhkan cinta ini pada wanita lain, engkau tetap mencintaiku seperti hari-hari sebelumnya. Semoga kelak bunda dan wanita pilihan anakmu bisa saling bercerita bagaimana cara mencintai keluarganya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dari anak yang selalu mencintaimu.

Selamat Jalan Ramadhan

foto3.phpIni adalah hari terakhir di bulan penuh kemuliaan,Sedih rasanya melewatkan bulan ini, karena merasa diri masih belum maksimal menjalankan ibadah-ibadah terbaik di bulan ini. Kadang masih disibukkan oleh pekerjaan yang menuju deadline sehingga kadang lupa bahwa deadline dari Allah lah yang paling penting. Deadline yang bila telah tiba masanya tak dapat diundur atau dimajukan barang sedetik pun. Continue reading

Rumah Pengabdian

Rumah Pengabdianku

[Bagan Batu, Pukul 23:11], Hari ini libur sekolah karena hari minggu, disusul dengan esok harinya, karena ada tahun baru Imlek. Hal-hal seperti ini kumanfaatkan untuk mengisi waktu dengan pergi ke rumah kakakku di kota Bagan Batu, salah satu kota kecamatan yang lumayan ramai di Perbatasan antara Propinsi Sumut dan Riau. Disini koneksi Internet lumayan bagus, jadi aku gunakan untuk melakukan hal-hal yang menurutku perlu kulakukan, termasuk menulis blogku tercinta.

Kali ini aku ingin menceritakan rumah pengabdianku sebagai guru, gambar diatas adalah sekolah dimana aku mengajar, sebuah sekolah standar seperti kebanyakan sekolah lainnya. Sekolah ini sudah dibangun permanen oleh perusahaan dimana aku mengajar. Ya, sekolah itu merupakan sekolah milik perusahaan perkebunan kelapa sawit. Sebagai wujud tanggung jawab terhadap pendidikan anak para karyawannya.

Lanjutkan baca

Returns

[Teras Masjid, Pukul 20.10, kecepatan rata-rata koneksi 4,6 KB/s]. Hari ini entah bisikan dari siapa yang membuat aku begitu bersemangat menstarter kuda besiku dan meluncur menuju lokasi tower (BTS) idaman yang berjarak sekitar kurang lebih 1 km dari tempat aku tinggal sekarang untuk kembali membuka blog ini dan menuliskan kata demi kata. Karena hanya dibawah tower inilah koneksi internet bisa “diandalkan”.

Setelah dipikir-pikir mungkin kerinduanku pada Emakku (Nakjadimande) dan Sobatku (Ramudeng aka Lina NDuk Ram) setelah saling berbalas komentar di facebook. Mungkin juga karena buku karya Mas Gola Gong (Menggenggam Dunia, Bukuku Hatiku) yang ku download tadi siang. Entahlah, tapi hari ini aku begitu ingin untuk menuliskan kata di blog ini.

Saat ini aku berada disebuah daerah yang lumayan jauh dari kota. Di sini koneksi internet tidaklah semudah waktu masih tinggal di Medan. Jangankan ditempatku tinggal, di Ibukota kabupaten pun aku masih kesulitan mencari tempat untuk melakukan koneksi internet. maklum kabupaten tempat aku tinggal baru berumur 4 tahun. Jadi mungkin para pengambil kebijakan daerah masih memikirkan bagaimana membangun hal-hal yang jauh lebih penting ketimbang internet.

Lanjutkan baca

Nyontek

Ini adalah hari ketiga Ujian Nasional untuk SMA sederajat, doa pertama adalah semoga mereka dapat melalui ujian ini dengan baik dan memperoleh nilai yang baik pula. Trus apa hubungannya dengan judul postingan..? gak ada..hehhehe

Tulisan ini dibuat atas kemirisan saya mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Anak Band yang judulnya Nyontek… Bener-bener gak mendidik banget neh lagu.. Maaf jika yang buat lagu tersinggung. Mungkin ini cuma penilaian satu sisi dari jiwa yang terusik oleh sesuatu yang memang kurang layak.

Mengapa lagu ini tidak mendidik..silahkan denger sendiri deh lagunya

Dan lebih gak saya suka lagu ini menjadi salah satu backsound sebuah game yang banyak sekali dimainkan oleh anak-anak di warnet. Game dance gitu. Dan seandainya pun mereka tidak memainkannya mereka mendengar lagu itu dari pemain lain.

Memang tak ada salahnya menyalurkan kreatifitas, tapi kita lihat juga kondisinya. Walau kita tau banyak sekali kegiatan “nyontek” di kalangan pelajar,ya dah ndak usah di tambahin sama lagu-lagu seperti ini.

Menurut saya Lagu “Nyontek” Bener-bener TIDAK MENDIDIK DAN BERMUTU.

Pelupa

Ilustrasi

Ntah mengapa belakangan ini saya menjadi sangat pelupa, apakah ini tanda-tanda saya menderita penyakit atau memang terlalu banyak yang difikirkan.. entahlah. Lupa saya neh mirip-miriplah sama iklan kartu seluler yang nanya lihat kunci mobil gak…lihat laptop aku gak..lihat kacamata gak.. :D

Dalam 3 hari ini saja saya sudah beberapa kali lupa. Yang pertama 3 hari yang lalu saya bawa-bawa peralatan kerja (obeng) tetapi sampai tadi siang saya lupa, dimana terakhir kali saya meletakkannya. Akhirnya di sore hari saya di panggil teman kerja yang lain, bahwa dia melihat obeng saya di bagian administrasi.
Kemarin saya juga lupa, kalau saya ada janji dengan teman saya, sampai dia menelpon ulang memastikan bahwa saya datang. Saat dia menelepon itulah saya baru ingat akan janji itu. Untuk menghindari hal ini, saya sering mencatat janji-janji saya di memo hp, walau janji itu terjadi besok dan janjiannya hari ini. :(
Dan terakhir adalah hari ini, saya kembali lupa dimana meletakkan kartu parkir. Di tempat saya kerja (kampus) kan terlalu banyak kendaraan yang masuk, untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan maka di buatkan kartu parkir, termasuk untuk pegawainya. Nah biasanya begitu saya pegang kartu parkir, langsung saya masukin dompet, ntah mengapa hari ini saya tidak melakukannya. Sebelum masuk ruangan saya, saya mampir dulu di ruangan lain karena ada pesan yang mau saya sampaikan. Akhirnya pas pulang, saya ndak bisa menunjukkan kartu parkir… Huff, akhirnya melapor dulu ke pos keamanan. Dan ini merupakan kejadian yang ke dua kalinya

Ntah mengapa saya terlalu sering kehilangan sesuatu karena saya lupa. Saya pernah kehilangan kunci motor, tas kuliah, buku, dan lain-lain.  Sampai-sampai ada temen saya yang berkata, mungkin biar ndak hilang, setiap barang-barang milik saya di kasih gantungan yang ada nama dan alamat saya, jadi gampang mengembalikan.. :(

Adakah diantara teman yang pernah mengalami hal yang sama, atau ada yang punya solusi.. monggo.. ditampung semuanya di kolom komentar.. :)

Sumber gambar disini

3 Tendangan

Hati ini kembali terbesit keinginan untuk menulis lagi, rasanya cukuplah 3 ‘tendangan’ dari sahabat yang membangunkan jiwa ini agar kembali menyambangi dashboard blog ini lalu mengklik add new, menulis beberapa kata dan menekan tombol publish.
Terima kasih buat mbak lely yang baru merayakan ulang tahun blognya yang versi dot com, untuk komentarnya di blog ini.
Terima kasih juga buat mbak akin yang tetap menyapa saya lewat YM
Terakhir terima kasih buat mbak Lia yang sudah mengirimkan awardnya via FB.
Semoga yang 3 ini benar-benar membangunkan saya dari tidur yang lumayan panjang ini.

Ucapan terima kasih juga buat Bundo Nakjadimande dan Lina Nduk Ram yang selalu setia menemani kevakuman saya menulis. :)